RPG & Petualangan

Main Octopath Traveler: Champions of the Continent, Rasanya Kaya Balik ke Zaman RPG Legendaris

1

Merokettinggi.com – Octopath Traveler: Champions of the Continent, Rasanya Kaya Balik ke Masa RPG Legendaris

Jujur, pertama kali coba Octopath Traveler: Champions of the Continent, saya agak ragu. Soalnya, udah sering banget game RPG mobile janji manis tapi pas main ya… gitu-gitu aja. Tapi setelah beberapa jam nyemplung di game ini, saya merasa kayak ketemu kembali dengan atmosfer RPG klasik. Ada nuansa Final Fantasy lawas, tapi dibungkus visual HD-2D khas Octopath Traveler yang cakep banget. Rasanya aneh, campur aduk antara nostalgia sama kagum, apalagi musik latarnya bikin merinding.

Saya inget malam pertama main, ketiduran sambil pegang HP karena terlalu fokus grinding. Paginya malah bingung sendiri, “ini aku buang-buang waktu atau justru ketemu pelarian yang tepat?” Konflik batin banget. Tapi entah kenapa lega, soalnya jarang ada game mobile yang bisa bikin saya duduk tenang nikmatin cerita panjang kayak gini.

Kalau di TikTok banyak yang bilang, Octopath Traveler: Champions of the Continent tuh RPG mobile rasa konsol. Dan saya harus akui, iya banget. Orang-orang di Instagram juga sering posting capture party mereka, pamerin gacha hero bintang lima. Di X (Twitter), ada yang curhat soal betapa sakitnya gagal dapet karakter limited. Jadi ya, bisa dibilang game ini bener-bener hidup di komunitasnya.


Dunia Octopath Traveler yang Lebih Luas

Game ini sebenarnya prekuel dari Octopath Traveler pertama. Ceritanya lebih gelap, penuh intrik, dan nggak melulu soal jadi pahlawan baik hati. Ada pilihan moral, ada jalan cerita yang bisa bikin kita mikir, bahkan kadang bikin kesel.


Gameplay Turn-Based yang Kembali Jadi Primadona

Sistem turn-based di Champions of the Continent terasa klasik tapi nggak basi. Kita bisa atur formasi, pilih timing, dan ngulik weakness musuh. Buat yang suka strategi, ini surganya.


Kenapa Game Ini Jadi Viral di Komunitas?

Ada beberapa alasan kenapa Octopath Traveler: Champions of the Continent ramai dibahas di TikTok, IG, sampai X:

  1. Grafis HD-2D yang indah dan khas

  2. Musik orkestra yang bikin suasana hidup

  3. Cerita gelap dengan banyak twist

  4. Karakter gacha yang bikin penasaran

  5. Nostalgia RPG konsol tapi di HP


Pengalaman Pribadi: Antara Bahagia dan Frustasi

Saya pernah buang 4.500 rubies buat gacha karakter favorit. Eh zonk. Rasanya mau banting HP, tapi ya apa daya. Aneh juga, walau kesel, tetap lanjut main. Kayak cinta toxic tapi susah lepas. Mungkin itu salah satu kekuatan game ini: bikin kita emosi, tapi tetap balik lagi.


Masa Depan RPG Mobile Ada di Sini?

Dengan respon positif pemain, update rutin, dan event kolaborasi yang terus jalan, Champions of the Continent keliatan siap bertahan lama. Banyak pemain percaya game ini bisa jadi standar baru RPG mobile yang serius, bukan sekadar game iseng.

Exit mobile version