Merokettinggi.com – Komunitas Bacabareng: Volunteer di Event Komik Lokal seperti Comipara & Comifuro
Jujur, pertama kali dengar soal Komunitas Bacabareng yang sering ikut jadi volunteer di event komik lokal kayak Comipara dan Comifuro, gue agak bingung. “Ngapain sih repot-repot jadi volunteer? Bukannya capek doang?” Itu pertanyaan gue waktu awal diajak temen. Tapi setelah gue coba, justru malah berbalik—ada rasa lega, bersyukur, sekaligus seneng banget bisa terlibat di dunia komik Indonesia yang rame ini.
Event kayak Comipara sama Comifuro tuh nggak main-main. Jumlah pengunjungnya ribuan, mulai dari fans manga, cosplayer, sampe penulis indie lokal yang bawa karya cetakan sendiri. Nah, Komunitas Bacabareng di sini posisinya kayak jembatan. Mereka ngajak volunteer buat bantu di booth, jagain antrian, sampe ngobrol bareng pengunjung. Dan serius, atmosfernya bikin nagih. Ada momen cape, iya. Tapi rasa capek itu kebayar sama interaksi yang hidup.
Gue masih inget pas di Comifuro tahun lalu. Gue disuruh jadi penjaga booth komunitas. Deg-degan banget karena takut salah ngomong ke pengunjung. Tapi, setelah beberapa jam, malah cair. Gue ngobrol ngalor-ngidul sama orang random yang ternyata punya selera komik sama kayak gue. Dari situ, gue sadar, pendekatan komunitas lebih penting daripada sekadar jadi panitia.
Peran Komunitas Bacabareng di Event Komik Lokal
Komunitas ini bukan sekadar nongkrong atau forum biasa. Mereka aktif jadi penggerak di event besar kayak Comipara dan Comifuro. Perannya antara lain:
-
Mengajak volunteer untuk bantu jalannya acara
-
Memberi ruang diskusi bagi pecinta komik lokal
-
Menjadi tempat networking antara penulis, pembaca, dan cosplayer
Volunteer di Comipara: Pengalaman Tak Terduga
Jujur, jadi volunteer itu bikin perasaan campur aduk. Antara takut salah, tapi juga penasaran. Di Comipara, gue ketemu banyak pengunjung yang lebih tua tapi tetep excited ngobrol soal komik indie. Rasanya kayak masuk keluarga baru.
Volunteer di Comifuro: Antara Capek dan Happy
Comifuro beda lagi. Energinya lebih heboh, lebih padat, dan kadang bikin ngos-ngosan. Tapi di situlah serunya. Gue ketemu cosplayer random, ada yang foto bareng, ada yang cerita soal komunitas kecilnya. Dari situ gue ngerasa, “Ya ampun, capek banget, tapi kok bahagia ya?”
Pendekatan Komunitas: Lebih Dari Sekadar Event
Yang bikin Komunitas Bacabareng unik adalah caranya ngerangkul orang. Mereka nggak cuma hadir pas event, tapi juga aktif di online—dari grup WhatsApp, Discord, sampai konten di TikTok. Bahkan ada pengunjung yang bilang di IG dan X (Twitter), mereka ngerasa lebih gampang gabung kalau ada komunitas yang ngarahin. Jadi nggak canggung.
Kenapa Komunitas Jadi Kunci
-
Komunitas bikin orang betah ikut event
-
Volunteer lebih bersemangat kalau punya ikatan emosional
-
Komik lokal jadi lebih dihargai karena ada dukungan langsung
-
Rasa capek jadi ringan karena bareng-bareng
-
Jaringan kreator dan pembaca makin kuat
Kesimpulan
Buat gue pribadi, ikut Komunitas Bacabareng dan jadi volunteer di event komik lokal kayak Comipara dan Comifuro bukan cuma soal “ngabisin tenaga”. Ada rasa puas, lega, bahkan kayak ketemu rumah baru. Kalau kamu penggemar komik lokal, serius deh, coba sekali aja ikut volunteer. Rasain sendiri bedanya ikut event sebagai penonton biasa sama sebagai bagian dari komunitas.











