Membicarakan kuliner khas Brebes, sebagian besar masyarakat langsung teringat pada telur asin atau bawang merah. Namun, ada satu makanan ringan yang tak kalah menarik, yakni keripik pare. Meski memiliki rasa pahit alami, camilan ini justru memiliki penggemar tersendiri.
Brebes dikenal sebagai daerah agraris yang menghasilkan berbagai komoditas unggulan. Salah satu hasil pertaniannya adalah pare, yang kemudian diolah menjadi camilan khas bernama keripik pare. Cita rasa unik dan teknik pengolahan khas menjadikan makanan ini berbeda dari keripik kebanyakan.
Camilan ini memang belum terlalu populer di luar daerah Brebes, sehingga keripik pare bisa dikategorikan sebagai kuliner yang masih asing bagi banyak orang. Padahal, jika diulik lebih dalam, camilan ini menyimpan potensi besar baik dari segi kesehatan maupun bisnis.
Dalam artikel ini, kita akan membahas asal-usul, proses pembuatan, hingga keunggulan keripik pare Brebes. Semua informasi disusun secara menarik, mengalir, dan tentunya sesuai dengan kaidah SEO E-E-A-T agar mudah ditemukan di mesin pencari.
Asal Usul Keripik Pare Brebes
Brebes tidak hanya terkenal dengan telur asinnya. Di beberapa kecamatan seperti Jatibarang dan Songgom, masyarakat telah mengolah pare menjadi makanan ringan sejak lama. Pare yang pahit diolah menjadi keripik pare dengan teknik khusus agar rasanya tetap nikmat.
Tradisi mengolah pare menjadi keripik berawal dari kebiasaan petani lokal yang mencoba mengawetkan hasil panennya. Karena pare tidak tahan lama, mereka menciptakan cara untuk mengeringkan dan menggorengnya agar bisa disimpan lebih lama.
Proses pembuatan keripik ini pun mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Awalnya hanya digoreng biasa, kini para pelaku UMKM menambahkan berbagai inovasi seperti rasa pedas, manis, hingga balado. Meski begitu, cita rasa pahit alami pare tetap menjadi ciri khas utamanya.
Menariknya, camilan ini sering kali digunakan sebagai pelengkap lauk atau sekadar teman minum teh sore hari. Kelezatannya justru terasa lebih istimewa bagi mereka yang menyukai rasa authentic dan tidak biasa.

Proses Pembuatan Keripik Pare yang Unik
Proses produksi keripik pare Brebes tergolong sederhana namun memerlukan ketelitian tinggi. Semua tahap dilakukan secara tradisional demi menjaga cita rasa khas. Mulai dari pemilihan pare, pengolahan, hingga pengemasan.
Langkah pertama adalah memilih pare muda yang masih segar dan tidak terlalu banyak biji. Pare kemudian dicuci bersih dan diiris tipis agar teksturnya lebih renyah saat digoreng. Setelah itu, pare direndam dalam air garam atau air kapur sirih selama beberapa jam untuk mengurangi rasa pahit.
Setelah direndam, irisan pare dijemur hingga setengah kering sebelum akhirnya digoreng dalam minyak panas. Teknik menggoreng pun sangat menentukan hasil akhir—apakah renyah, gosong, atau terlalu berminyak. Itulah sebabnya banyak pengrajin keripik pare menggunakan wajan tanah liat atau kompor tradisional untuk menjaga kestabilan panas.
Proses terakhir adalah pengemasan. Biasanya, keripik pare dikemas dalam plastik kedap udara agar tahan lama dan tetap renyah. Beberapa produsen bahkan sudah menggunakan packaging modern untuk meningkatkan daya jual di pasar online maupun oleh-oleh.
Manfaat Kesehatan dari Keripik Pare
Meski rasa pare dikenal pahit, ternyata banyak mengandung manfaat bagi kesehatan. Begitu pula dalam bentuk keripiknya. Dengan pengolahan yang tepat, nutrisi dalam pare tetap terjaga.
Pare mengandung senyawa charantin yang dipercaya membantu menurunkan kadar gula darah. Selain itu, pare juga kaya akan vitamin C, serat, dan antioksidan yang baik untuk daya tahan tubuh. Oleh karena itu, keripik pare cocok dikonsumsi sebagai camilan sehat.
Karena diolah tanpa bahan pengawet, keripik ini juga aman untuk dikonsumsi setiap hari. Tentu saja, jumlah konsumsinya harus tetap dibatasi, terutama bagi penderita tekanan darah rendah.
Jika Anda sedang mencari camilan yang sehat dan tidak membosankan, keripik pare Brebes bisa menjadi pilihan yang tepat. Apalagi kini tersedia berbagai varian rasa yang bisa disesuaikan dengan selera.
Peluang UMKM dari Keripik Pare
Usaha keripik pare di Brebes kini mulai dilirik sebagai peluang UMKM yang menjanjikan. Banyak rumah tangga yang memanfaatkan lahan kecil untuk menanam pare, kemudian mengolahnya sendiri untuk dijual ke pasar lokal maupun daring.
Keuntungan lain dari usaha ini adalah modal yang relatif kecil namun bisa memberikan hasil signifikan. Proses produksinya pun tidak memerlukan teknologi tinggi, sehingga cocok untuk dijalankan dari rumah.
Dengan strategi pemasaran yang tepat, keripik pare bisa menjadi produk unggulan khas Brebes. Terlebih di era digital saat ini, promosi lewat media sosial mampu memperluas jangkauan konsumen.
Beberapa pelaku UMKM juga telah bekerja sama dengan dinas terkait untuk mendapatkan pelatihan dan sertifikasi produk. Hal ini tentu meningkatkan trustworthiness produk di mata konsumen.
Strategi Pemasaran Keripik Pare Brebes
Dalam dunia bisnis kuliner, strategi pemasaran sangat menentukan keberhasilan produk. Untuk keripik pare, pendekatan storytelling dan edukasi sangat efektif. Banyak konsumen belum mengenal manfaat pare, sehingga informasi menjadi nilai tambah dalam pemasaran.
Desain kemasan yang menarik dan informatif juga berperan besar. Misalnya, mencantumkan manfaat kesehatan, cara produksi tradisional, serta identitas lokal Brebes. Ini membuat konsumen lebih yakin terhadap produk yang mereka beli.
Selain itu, promosi melalui festival kuliner lokal atau oleh-oleh khas daerah dapat membantu memperkenalkan keripik pare kepada pasar yang lebih luas. Jangan lupa memanfaatkan marketplace dan media sosial untuk menjangkau generasi muda.
Testimoni dari konsumen serta foto proses produksi juga dapat meningkatkan kepercayaan calon pembeli. Kombinasi antara kualitas rasa, citra lokal, dan strategi digital marketing bisa membuat produk ini naik kelas ke pasar nasional.
Kesimpulan
Mungkin selama ini Anda menganggap pare sebagai sayuran yang terlalu pahit untuk dinikmati. Namun, setelah mencicipi keripik pare Brebes, Anda akan menyadari bahwa rasa pahit justru menyimpan keunikan tersendiri. Bagikan artikel ini jika Anda penasaran atau sudah pernah mencoba camilan ini, dan jangan lupa tinggalkan komentar!












