Merokettinggi.com – Jujur aja, saya sendiri agak kaget pas baca data terbaru soal jumlah pemain Mobile Legends di Indonesia. Dari dulu kan yang selalu rame dibahas itu Free Fire sama PUBG, apalagi di tongkrongan biasanya anak-anak selalu debat. Ada yang bilang “Free Fire rajanya di Indonesia” atau “PUBG lebih keren, bro!”. Tapi ternyata, data Google terbaru nunjukin bahwa Mobile Legends sekarang punya jumlah pemain terbesar, bahkan melebihi Free Fire dan PUBG.
Rasanya agak aneh sih, karena jujur saya pribadi dulu sempet ragu main ML. Takut dianggap ikut-ikutan atau malah dicengin temen, “ih baru main, cupu!”. Tapi ternyata, pas dicoba lagi di 2024 kemarin, eh malah nagih. Dan sekarang di 2025, wajar aja kalau Mobile Legends jadi game online dengan pemain terbanyak di Indonesia. Mulai dari anak SD sampai bapak-bapak di pos ronda pun ikut main.
Bahkan di kampung saya, setiap malem minggu, ada aja yang nongkrong sambil teriak-teriak, “gas mid, gas war!”. Kadang bikin bingung, ini turnamen resmi atau cuma mabar biasa. Tapi kalau diliat dari data, memang Mobile Legends mendominasi pangsa pasar game mobile Indonesia, ngalahin Free Fire dan PUBG. Jadi ya, kayaknya nggak salah lagi kalau ML udah jadi semacam budaya baru di sini.
Kenapa Mobile Legends Bisa Unggul dari Free Fire dan PUBG
Banyak faktor yang bikin ML bisa naik daun terus-terusan. Beberapa di antaranya:
-
Gameplay gampang dipelajari tapi susah dikuasai, bikin orang betah.
-
Komunitas besar, ada di mana-mana, dari warung kopi sampai kampus.
-
Event resmi kayak MPL makin bikin game ini serius dan bergengsi.
-
Ukuran game relatif ramah buat HP kelas menengah ke bawah.
Data Terbaru Jumlah Pemain Mobile Legends di Indonesia
Menurut riset yang banyak dibahas di Google Trends, Mobile Legends menduduki posisi nomor 1 di Indonesia dengan jumlah pemain aktif bulanan yang sangat besar. Angkanya bahkan disebut melewati 50 juta pemain. Bandingin aja dengan Free Fire yang sekitar 43 juta, dan PUBG Mobile yang turun ke 30 jutaan.
Mobile Legends Jadi Budaya Populer
Beda sama Free Fire atau PUBG, ML punya “kaki” di mana-mana. Dari esports profesional sampai obrolan sehari-hari. Bahkan di TikTok, konten highlight ML selalu trending. Di Instagram, banyak meme soal hero ML yang viral. Di X (Twitter), thread tentang drama MPL atau pro player juga selalu rame. Intinya, Mobile Legends udah bukan cuma game, tapi bagian dari budaya internet Indonesia.
Pengalaman Pribadi Main Mobile Legends
Saya masih inget pertama kali main, rasanya grogi banget. Salah pencet skill, mati duluan, langsung kena spam chat “noob!”. Sakit hati sih, tapi lama-lama terbiasa. Sekarang malah ketemu banyak temen baru gara-gara ML. Ada rasa bersyukur juga, karena dari yang awalnya takut dianggap cupu, malah jadi paham kenapa game ini bisa bikin ketagihan.
Apakah Free Fire dan PUBG Kalah Pamor?
Nggak juga. Free Fire masih kuat di kalangan anak muda yang suka gameplay cepat. PUBG Mobile tetap jadi pilihan mereka yang pengen realistis. Tapi kalau bicara soal jumlah pemain terbanyak di Indonesia, data jelas menunjukkan bahwa ML masih juara.
Kesimpulan
Tahun 2025 menandai era baru di mana Mobile Legends mengalahkan Free Fire dan PUBG sebagai game dengan jumlah pemain terbesar di Indonesia. Data ini bukan cuma angka, tapi juga bukti bahwa ML udah jadi bagian penting dari keseharian kita, dari warung kopi sampai esports kelas dunia.











