Top Game

Fans Kaget! Dragon Quest XII Resmi Diumumkan, Square Enix Janji Gameplay Lebih Gelap dan Dewasa

16

Merokettinggi.com – Jujur, waktu pertama kali baca kabar Dragon Quest XII resmi diumumkan, saya agak kaget. Square Enix ternyata beneran nekat bikin seri baru dengan janji gameplay lebih gelap dan dewasa. Selama ini Dragon Quest kan identik dengan nuansa ceria, visual khas Akira Toriyama, dan dunia penuh warna. Eh, sekarang malah dijanjikan bakal lebih kelam. Saya sempat mikir, “Waduh, apa nggak hilang jati diri gamenya ya?” Tapi di sisi lain ada rasa penasaran yang bikin tangan gatel pengin tahu lebih dalam.

Yang bikin rame, kabar ini langsung meledak di media sosial. Dari TikTok sampai X, timeline penuh sama fans yang debat. Ada yang seneng karena akhirnya Square Enix berani bikin sesuatu yang beda, ada juga yang khawatir kalau sentuhan baru ini justru bikin kehilangan ciri khas. Saya sendiri sempat ikut nimbrung di kolom komentar IG, dan rasanya kayak nongkrong di warung kopi—rame, agak ribut, tapi seru. Banyak yang bilang, “Udah saatnya Dragon Quest naik level!” tapi nggak sedikit juga yang nyeletuk, “Kok malah mirip Dark Souls?”

Tapi kalau dipikir-pikir, Square Enix memang lagi butuh gebrakan. Saingan makin banyak, RPG modern makin kompetitif, dan gamer sekarang lebih kritis. Bayangin aja, kalau mereka terus main aman, bisa-bisa Dragon Quest ditinggal generasi baru. Jadi walaupun saya sempat ragu, ada rasa lega juga ketika tahu seri ini tetap mempertahankan elemen klasik, tapi dibungkus dengan nuansa lebih serius. Kayak orang yang udah dewasa, tapi masih suka bercanda sama temen lama.


Square Enix Janji Gameplay Lebih Gelap

Square Enix dengan jelas menyebut kalau Dragon Quest XII: The Flames of Fate akan menghadirkan nuansa lebih kelam. Mereka ingin menarik gamer baru yang lebih suka cerita penuh konflik, dilema moral, dan keputusan berat. Katanya sih, sistem battle juga bakal dimodifikasi biar lebih modern.

Respon Fans Dragon Quest di TikTok dan IG

Kalau lihat di TikTok, banyak fans bikin video reaksi. Ada yang teriak-teriak saking excited, ada juga yang bikin parodi “Dragon Quest Dark Mode.” Sementara di IG, diskusinya lebih serius, banyak yang bahas art direction dan musik. Di X (Twitter), trending topiknya penuh dengan meme, ada yang bilang “Dragon Quest jadi emo tahun ini.”

Kenapa Dragon Quest XII Bisa Jadi Titik Balik

  1. Dragon Quest sudah jadi ikon RPG Jepang.

  2. Seri ke-12 ini membawa perubahan paling berani.

  3. Square Enix ingin menarget pasar global yang lebih luas.

  4. Fans lama dan baru akan ketemu di titik tengah.

Potensi Pasar RPG Lebih Dewasa

Tren RPG sekarang memang lagi condong ke arah lebih kompleks. Contoh sukses bisa dilihat dari Elden Ring dan Baldur’s Gate 3. Square Enix jelas nggak mau ketinggalan kereta, makanya Dragon Quest XII diarahkan ke pasar dewasa, tapi tetap dengan sentuhan nostalgia.

Harapan Fans Indonesia

Di forum dan grup Facebook lokal, banyak yang berharap seri ini hadir dengan terjemahan bahasa Indonesia. Katanya biar makin relate dan nggak cuma jadi “game orang luar.” Ada juga yang ngebayangin, gimana kalau soundtrack gamenya punya sentuhan gamelan. Mungkin kedengarannya aneh, tapi siapa tahu?


Kesimpulan

Dragon Quest XII resmi diumumkan bukan cuma kabar biasa, tapi sinyal besar kalau Square Enix siap membawa RPG klasik ini ke level baru. Dengan janji gameplay lebih gelap dan dewasa, antusiasme fans pecah di TikTok, IG, sampai X. Ada rasa cemas, ada rasa excited, tapi intinya: semua orang nggak sabar nunggu tanggal rilisnya.

Exit mobile version