Scroll untuk baca artikel
Berita

Roblox Terancam Diblokir, Benarkah Game Anak Ini Penuh Konten Kekerasan Terselubung?

4
×

Roblox Terancam Diblokir, Benarkah Game Anak Ini Penuh Konten Kekerasan Terselubung?

Sebarkan artikel ini

Merokettinggi.com – Roblox Dipertimbangkan untuk Diblokir, Kekhawatiran Orang Tua Terhadap Konten Kekerasan

Beberapa minggu terakhir, jagat media sosial lagi rame soal kabar Roblox dipertimbangkan untuk diblokir. Banyak orang tua ngomong di grup WA, ada juga yang curhat di TikTok dan Instagram tentang anaknya yang kecanduan main. Konten kekerasan di Roblox jadi sorotan, apalagi katanya ada game buatan user yang isinya tembak-tembakan, darah, bahkan tema dewasa. Aku sendiri sempat bingung, antara membiarkan anak main bareng temennya atau langsung larang total.

Jujur, waktu denger berita itu pertama kali, rasanya agak lega karena ada kemungkinan pemerintah akan memblokir Roblox. Tapi di sisi lain, ada rasa kasihan juga. Soalnya anakku suka banget bikin dunia sendiri di Roblox. Dia cerita dengan mata berbinar, bangun rumah, bikin toko, bahkan roleplay jadi dokter. Nah, di situlah dilema: apakah semua orang tua harus khawatir soal konten berbahaya di Roblox, atau sebenarnya masih bisa difilter?

Kalau lihat di X (Twitter), komentar orang-orang campur aduk. Ada yang marah-marah, bilang “Kenapa game kreatif kayak gini mau diblokir?” Ada juga yang bilang, “Mending diblokir aja, daripada anak-anak niru adegan berantem di game.” Beda lagi di TikTok, banyak video viral orang tua nunjukin screen record anaknya main Roblox dengan adegan kekerasan. Jadi wajar banget kalau sekarang masyarakat terbagi dua: setuju atau nggak setuju dengan pemblokiran.


Kenapa Roblox Dianggap Berbahaya?

Beberapa alasan muncul kenapa Roblox masuk radar pemerintah dan orang tua:

  1. Adanya game buatan user dengan tema kekerasan

  2. Beberapa konten dianggap tidak ramah anak

  3. Sulitnya orang tua memantau semua server

  4. Efek kecanduan yang bikin anak lupa waktu

  5. Risiko interaksi dengan orang asing


Kekhawatiran Orang Tua di Media Sosial

Di Instagram, banyak ibu-ibu nulis caption panjang soal anaknya yang lebih pilih main Roblox daripada belajar. Di TikTok, muncul tren #RobloxAnakku dengan cerita campur aduk: ada yang bilang senang karena anaknya kreatif, ada juga yang nangis karena anak jadi emosian.


Apakah Roblox Harus Diblokir Total?

Pertanyaannya, apakah solusinya harus pemblokiran? Di satu sisi, pemblokiran Roblox bisa bikin orang tua merasa aman. Tapi di sisi lain, anak-anak jadi kehilangan ruang bermain kreatif. Beberapa pakar juga bilang, seharusnya yang dikuatkan adalah fitur parental control, bukan asal blokir.


Pengalaman Pribadi dengan Roblox

Aku pernah duduk bareng anakku waktu dia main. Di satu game, memang ada adegan berantem dan darah, aku sempat kaget. Tapi di game lain, dia bangun taman hiburan dan malah ngajarin aku cara jual tiket online di dalam game. Rasanya campur aduk: takut salah ngasih izin, tapi juga bangga lihat kreativitasnya.


Reaksi Netizen: TikTok, Instagram, dan X

  • TikTok: banyak video viral tentang anak kecil main Roblox dengan adegan tak pantas.

  • Instagram: mayoritas orang tua khawatir, tapi ada juga yang bilang masih aman kalau diawasi.

  • X (Twitter): perdebatan sengit antara gamer, orang tua, dan aktivis digital.


Jadi, Apa yang Bisa Dilakukan Orang Tua?

Daripada bingung, mungkin langkah kecil ini bisa dicoba:

  • Cek game yang dimainkan anak secara rutin

  • Gunakan fitur parental control

  • Batasi jam bermain dengan alarm atau aturan rumah

  • Ajak anak ngobrol tentang konten yang mereka lihat

  • Ikut main bareng biar tahu isinya


Kesimpulan

Roblox dipertimbangkan untuk diblokir memang bikin heboh. Ada rasa khawatir soal konten kekerasan, tapi juga ada harapan kalau platform ini masih bisa jadi ruang kreatif untuk anak-anak. Orang tua jelas punya peran penting: bukan cuma larang atau izinkan, tapi ikut hadir, mendampingi, dan memahami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *