Scroll untuk baca artikel
Komunitas & Event

Nostalgia Heboh di GBK: Gen Z Diajak Main Gundu, Lompat Tali, dan Permainan Tradisional Lainnya

11
×

Nostalgia Heboh di GBK: Gen Z Diajak Main Gundu, Lompat Tali, dan Permainan Tradisional Lainnya

Sebarkan artikel ini

Merokettinggi.com – Komunitas Bermain di GBK Bawa Nostalgia Main Gundu & Lompat Tali ke Gen Z

Saya masih ingat pertama kali dengar ada acara komunitas bermain di GBK yang ngajak orang main gundu, lompat tali, bentengan, petak umpet, sampai engklek. Jujur, awalnya agak ragu. “Ah masa iya anak-anak Gen Z mau main gundu? Mereka kan sibuk sama HP, TikTok, sama game online.” Tapi rasa penasaran lebih kuat, jadi saya datang. Dan ternyata… ramai banget!

Di sana, saya lihat bocah SMP sampai mahasiswa tertawa-tawa, saling tantang main gundu di lantai, ada juga yang antre ikut lompat tali panjang. Rasanya kayak dibawa balik ke tahun 2000-an. Saya sempet mikir, “Eh kok saya jadi baper ya? Padahal cuma liat orang lompat-lompatan.” Ada semacam rasa lega, ternyata tradisi kecil ini belum benar-benar hilang.

Kalau dipikir-pikir, komunitas ini bukan sekadar tempat main. Ada rasa kebersamaan, kayak kita lagi nongkrong di halaman rumah waktu kecil. Dan menurut data terbaru soal tren komunitas urban, kegiatan nostalgia macam ini justru naik daun di kalangan Gen Z. Mereka katanya butuh sesuatu yang nyata, bukan sekadar dunia digital. Jadi pas banget kalau permainan gundu dan lompat tali ini muncul lagi di pusat kota, di Gelora Bung Karno.


Nostalgia Permainan Tradisional di Era Modern

Permainan tradisional seperti gundu, lompat tali, congklak, dan engklek bukan cuma hiburan murah meriah, tapi juga punya nilai edukasi. Banyak Gen Z yang akhirnya tahu kalau dulu anak-anak mainnya nggak ribet, cukup tanah lapang atau halaman.

Mengapa Gen Z Tertarik Ikut Main Gundu?

Fenomena unik ini bikin orang penasaran. Anak-anak muda yang biasanya sibuk dengan game online, ternyata antusias ikut permainan jadul. Alasan mereka sederhana: seru, bikin ketawa, dan beda dari rutinitas layar.

Pendekatan Komunitas Bermain di GBK

Komunitas ini rutin bikin event mingguan. Ada relawan yang ngajarin cara main, ada juga cerita singkat soal asal-usul permainan tradisional. Jadi bukan cuma main, tapi juga belajar budaya.

Manfaat Sosial dari Permainan Tradisional

Permainan ini mempererat interaksi tatap muka.
Beberapa manfaat nyata yang saya lihat:

  1. Anak-anak jadi lebih banyak bergerak

  2. Orang tua bisa ikut nostalgia bareng

  3. Interaksi lintas generasi lebih cair

Harapan agar Permainan Lokal Tetap Hidup

Banyak orang bilang, kalau permainan tradisional nggak dikenalkan ulang, lama-lama bisa hilang. GBK jadi contoh nyata bahwa lewat komunitas, tradisi bisa tetap bertahan. Semoga kota lain juga mulai bikin acara serupa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *