Merokettinggi.com – Jujur aja, pertama kali dengar soal Warisan: The Forgotten Artifact, gue agak bingung. Strategy RPG? Permadeath? Visual wayang? Rasanya kayak campuran aneh, tapi kok makin lama makin bikin penasaran. Gue inget banget waktu nyoba versi demo-nya di laptop seadanya, deg-degan karena tahu kalau karakter mati ya udah… permadeath. Gak bisa balik lagi. Perasaan itu kayak kehilangan jagoan di Mobile Legends, tapi versi permanen. Sakit, bro.
Dan yang bikin makin menarik, visual wayang yang dipakai. Awalnya gue agak skeptis, takutnya bakal terlihat kaku atau cuma gimmick budaya. Tapi ternyata justru unik banget. Kayak nonton dalang bercerita, tapi lo yang pegang kendali. Dari situ gue mulai mikir, “Oh, mungkin inilah kenapa gamer indie sekarang lagi melirik game ini.” Ada identitas, ada rasa lokal, tapi tetap relevan buat pasar global.
Sampai akhirnya gue baca berita kalau Warisan: The Forgotten Artifact berhasil masuk radar media internasional. Rasanya agak bangga sih. Dari dulu sering ngeluh kenapa game lokal jarang kedengeran, eh sekarang malah ada judul strategy RPG dengan permadeath yang diangkat karena visual wayang yang khas. Antara lega sama haru. Kayak, akhirnya ada yang berani tampil beda.
1. Warisan The Forgotten Artifact dan Keunikan Visual Wayang
Visual wayang bukan sekadar gimmick. Di sini, setiap karakter digambar dengan detail yang terinspirasi dari pakem tradisi Jawa. Walau ada modifikasi modern, nuansa wayang tetap kental. Gamer luar negeri pun sampai komentar kalau ini kayak “Final Fantasy versi Nusantara.”
2. Strategy RPG dengan Permadeath, Tantangan Berat
Banyak gamer yang bilang kalau permadeath bikin game jadi lebih emosional. Dan gue setuju. Saat satu karakter gugur, lo beneran mikir ulang strategi. Game ini ngasih rasa tanggung jawab yang besar, beda sama RPG lain yang tinggal respawn.
3. Kenapa Jadi Sorotan Gamer Indie
Indie gamer selalu nyari sesuatu yang fresh. Nah, Warisan hadir dengan:
-
Mekanik strategy RPG yang kompleks
-
Permadeath yang bikin pemain mikir serius
-
Visual wayang yang autentik dan jarang ada di pasaran
4. Cerita di Balik Artefak yang Terlupakan
Narasi game ini gak sekadar tempelan. Ceritanya berpusat pada artefak kuno yang katanya bisa mengubah takdir kerajaan. Kayak dongeng klasik, tapi dikemas dengan drama politik dan pilihan moral.
5. Potensi Game Lokal untuk Mendunia
Warisan: The Forgotten Artifact bukan cuma soal game. Ini bukti kalau developer lokal bisa bikin karya yang resonan secara global. Apalagi gamer luar negeri sekarang haus dengan pengalaman baru. Kalau dikelola dengan baik, ini bisa jadi momentum industri game Indonesia.











